ANTISPASMODIK
Antispasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot
polos saluran pencernaan. Antispasmodik juga dapat digunakan untuk mengatasi
kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis, tukak
peptik, juga diindikasikan untuk gangguan saluran cerna yang
ditandai spasme otot polos, sering digunakan untuk nyeri TGI karena kontraksi
yang berlebihan dan dismenore (nyeri haid). Dibagi terbagi
menjadi :
Antikolinergik
Antispasmodik lain
Gol Antagonis
reseptor dopamine
A. Golongan
Antikolinergik
Obat antikolinergik adalah obat-obat
yag berkaitan dengan reseptor kolin tetapi tidak memicu efek intraselular
sehingga persarafan parasimpatik menjadi terganggu. Akibatnya efek yang
muncul/dominan adalah pacu simpatik yang tidak diimbangi oleh parasimpatik.
Berdasarkan lokasi tempat kerja,
antagonis kolinergik ini dibagi atas 3 golongan sbb :
Bloker secara
selektif sinaps muskarinik pada
saraf parasimpatik, yang disebut sebagai antimuskarinik
Bloker ganglionik, yang
lebih banyak bekerja pada reseptor nikotinik pada ganglia simpatik dan
parasimpatik.
Penyekat neuromuscular
yang mengganggu transmisi impuls eferen yang menuju otot rangka.
1. Antimuskarinik
Obat ini bekerja menyekat reseptor
muskarinik sehingga semua fungsi muskarinik dihambat. Selain itu, obat ini
jugamenyekat (pengecualian) neurosimpatik yang menuju kelenjar keringat. Obat
ini banyak digunakan di klinik karena obat ini tidak banyak mempengaruhi
ganglion otonom atau sambungan saraf-otot rangka. Golonganya :
Atropin dan Famili
Alkaloid (termasuk alkaloid belladona)
Antimuskarinik
sintetik yang dibagi menjadi :
- Amonium
Kuarter (Hiosin Butilbromida dan Propantelin Bromide)
- Amin
tersier (Disiklomin Hidroclorida)
1. Atropin
Sulfat dan Alkaloid Belladona
atropin adalah alkaloid beladona yang
mempunyai aktivitas kuat
terhadap reseptor muskarinik. Obat ini bekerja kompatitif antagonis
dengan ach untuk menempati colinoreseptor Umumnya masa kerja obat ini
sekitar 4 jam terkecuali, pada pemberian sebagai tetes mata, masa kerjanya
menjadi lama bahkan sampai beberapa hari.
Farmakokinetik
Atropin mudah diabsorbsi, sebagian
dimetabolisme dalam hepar dan dieksresi ke dalam urine. Waktu paruhnya sekitar
4 jam.
Farmakodinamik
Efek antikolinergik dapat
menstimulasi ataupun mendepresi bergantung pada organ target. Di dalam otak,
dosis rendah merangasang dan dosis tinggi mendepresi. Efek obat ibi juga
ditentukan oleh kondisi yang akan diobati. Misalnya, parkinson yang
dikarakteristikan dengan defisiensi dopamine yang mengintensifkan efek
stimulasi Ach. Antimuskarinik menumpulkan atau mendepresi efek ini. Pada kasus
lain, efek obat ini pada SSP terihat sbg stimulator.
Efek pada
mata : midriasis dapat
sampi siklopegia
Saluran
cerna : sebagai antispasmodik, obat ini tidak mempengaruhi sekresi HCL lambung
sehingga tidak bermanfaat sebagai anti-ulkus. Pirenzepin adalah suatu
antimuskarinik M1 yang bekerja selektif untuk mengurangi sekresi HCL lambung
yang digunakan untuk pengobatan ulkus peptikum.
Saluran
kemih : Menurunkan hipermotilitas VU, kadang-kadang masih digunakan untuk
enuresis pada anak yang ngompol.
Kardiovaskular
: Pada dosis kecil menyebabkan bradikardi, dosis tinggi menyebabkan penyekatan
reseptor kolinergik di SA nodus, dan denyut jantung sedikit bertambah
(takikardi). Efek ini baru timbul bila di beri atropin 1 mg.
Kelenjar
eksokrin : menghambat sekresi kelenjar saliva sehingga mukosa mulut menjadi
kering (serostomia). Kelenjar saliva sangat peka terhadap atropin. Hambatan
sekresi kelenjar keringat menyebabkan suhu tubuh jadi naik, juga kelenjar air
mata mengalami gangguan.
Indikasi Klinis
Efek
midriasis atropin digunakan untuk diagnostik tes pada kelainan dalam
mata/retina
Sebagai
antisekretori pada waktu operasi
Antispamodik
saluran cerna dan VU
Antidotum
obat-obat antagonis kolinergik seperti pada keracunan insektisisda karbamat,
organofosfat, dan jamur.
Efek samping
Mulut
kering
Penglihatan
kabur
Takikardi
Konstipasi
ESO
pada SSP (rasa capek, bingung, halusinasi, delirium, kolaps sirkulasi, depresi
napas dan kematian)
ESO
pada lansia (midriasis dan sikloplegia yang dapat menimbulkan seranagan glaukoma)
Sediaan
Atropine
sulfat (generic) serbuk injeksi 0,5 mg/ml (k)
Ekstrak
belladona (generic) tablet 10mg, 20 mg (k)
2. Hiosisn
Butilbromida
Bereaksi pada sistem saraf otonom
dan mencegah kejang otot. Obat ini biasa digunakan untuk pra pengobatan untuk
mengosongkan sekresi paru-paru. Obat ii juga digunakan untuk tukak lambung.
Indikasi
Terapi tambahan pada saluran cerna
yang ditandai dengan spasme otot polos.
Dosis :
Oral
: dewasa 20 mg (4x sehari), anak-anak 6-12 tahun 10 mg (3x sehari)
IM
atau IV (Spasme akut) : 20 mg bila perlu diulang setelah 30 menit.
3. Propantelin
Bromide
Indikasi
Terapi tambahan pada gg saluran
cerna yang ditandai dengan spasme otot polos. Kontaindikasi sama dengan
atropine sulfat.
Dosis
15mg
3x sehari sekurang-kurangnya 1 jam sebelum makan dan 30 mg sebelum tidur dan
maksimal 120 mg/hari.
Anak-anak
tidak dianjurkan
B. Antispasmodik
lain
Terdiri dari :
1. Mebeverin
Obat ini digolongkan antispasmedik
digunakan untuk mengobati kram dan kejang pada perut dan usus. Obat ini
tersedia dalam bentuk tablet
2. Timepidium
Timepidium diindikasikan untuk sakit
akibat spasme/kejang otot halus yang disebabkan oleh gastritis, ulkus peptikum,
pankreatitis dan penyakit kandung empedu. Sedian dalam bentuk oral tablet dan
injeksi.
3. Pramiverine
Diindikasikan untuk spasme atau
kejang dan kolik yag terasa sangat sakit pada saluran pencernaan, saluran
empedu, dan saluran kemih, dismenore (nyeri perut pada saat haid), nyeri
setelah operasi. Sediaan dalam bentuk oral tablet dan injeksi.
4. Tiemonium
Merupakan obat antispasmodik
antikolinergik sintesis. Obat ini mengurangi kejang otot pada usus, bilari, VU
dan uterus. Iindikasikan untuk nyeri pada penyakit gastrointestinal seperti
gastroentritis, diare, disentri, dll.
C. Gol
Antagonis reseptor dopamine
Beberapa antagonis dopamin metaklopramida dan domperidon menunjukan
cara kerja yang berbeda dalam antimuskarinik. Senyawa-senyawa tersebut bekerja
dengan cara merangsang pengosongan lambung dan transit usus halus dan
meningkatkan kekuatan kontraksi sfingkter esophagus.
Metoklopramida bermanfaat memperkuat
motilitas dan pengosongan lambung berdasarkan stimulasi sara-saraf colinergic,
khasiat antidopamin di pusat dan perifer, serta kerja langsung terhadap otot
pols. Maka zat ini sering digunakan untuk gangguan peristaltik lemah.
Domperidon dianjurkan pada terapi tukak
lambung dengan jalan menghindari refluks empedu dari duodenum ke lambung.
Dengan demikian, pembororkan dari mukosa lambung tidak memburuk dan tukaka bisa
sembuh dengan mudah. Obat ini juga di gunakan pada reflux oesophagitis untuk
mencegah pengaliran kembali dari asam lambung ke tenggorokan.
Dosis
3-4
dd 10-20 mg a.c
Anak-anak
3-4 dd 0,3 mg/kgBB
Rectal
anak-anak 0,2 tahun 2-4 dd 10mg
i.m.
/ i.v. 0,1-0,2 mg/kgBB dengan maks. 1 mg/KgBB/hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar