Selasa, 16 Februari 2016

Aku Akan Pergi



AKU AKAN ERGI

Hawa malam yang menyelimuti tubuhku sayup – sayup tidak terasa lagi, ku duduk di tepi teras sambil merenungi nasibku, dan menulis disebuah buku kesayanganku. Ya.. diary namanya. Mencurahkan isi hatiku dan perasaanku hari ini.  Seakan – akan ingin ku marah kepada tuhan, kenapa harus aku Tuhan, Kenapa? Tidak kah ada yang lain selain diriku? Owh iya.. Perkenalkan namaku Yuni.

Aku bukanya ingin selalu mengeluh atas takdir yang diberikan tuhan saat ini, tapi.. ini terlalu sakit untuk aku menerimanya, yang dimana keluargaku tidak menerima atas sakit yang ku alami saat ini. Iya,, belakangan ini aku mengalami sakit yang mungkin bisa dibilang parah. “Angina gangguan jantung” tapi, seakan akan aku dikucilkan oleh keluargaku. Adik yang sebelumnya sayang kepadaku sekarang sangat membenciku, ibu dan ayahku yang sebelumnya sangat memperhatikanku, kini sangat marah dan seakan akan tidak perduli kepadaku, bahkan beliau pernah memarahiku dengan mengatakan “aku menyesal telah mempunyai anak sepertimu, aku benci punya anak yang sakit – sakitan”.  Sangat syukur, karena masih ada sahabatku yang bisa mengerti perasaanku, masih bisa menyayangiku.

Angina, gangguan jantung dimana kurangnya asupan oksigen yang diedarkan melalui pembuluh darah ke jantung. Yang dimana penderita akan merasa kesakitan, yang biasanya terjadi antara 15 – 30 menit. Yang puncaknya diantara menit ke 20-25. Akan merasakan sakit yang luar biasa, yang biasanya akan menjalar sampai ke bahu, rahang, tangan, dan biasanya sampai ke sebagian tubuh. Dan penderitanya pada saat serangan akan memberhentikan aktivitasnya. Biasanya akan berakhir seiring berjalanya menit demi menit berlalu.  Dan biasanya terjadi pada orang dewasa, tapi.. inilah takdir, ini terjadi kepadaku, diusia ku yang masih dini.  beginilah keadaanku yang aku alami saat ini, merasa kesakitan di atas kesedirian, tanpa semangat dari keluargaku. Tanpa kasih sayang, dan tanpa perhatian. Harusnya aku menyalahkan siapa? Iya.. tidak ada yang bisa aku salahkan, selain menyalahkan diriku sendiri, aku juga tidak bisa menyalahkan tuhan atas yang terjadi padaku saat ini, dan aku juga tidak bisa menyalahkan tuhan mengapa dulu aku dilahirkan kedunia ini.

Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu ku lewati..

Semuanya seakan akan tidak bersahabat denganku, ada apa sebenarnya? Kenapa aku merasa sangat di kucilkan di dunia ini? Apa karena penyakit ini ? apa karena aku sangat sering meerepotkan orang, ? Tuhan, jika seperti ini, bolehkan aku meminta ingin kembali ke asalku, kembali kepadamu, kembali dimana tempat ku sebelum aku di lahirkan ke dunia ini ? maafkan aku tuhan, maafkan atas permintaanku ini, “begitu ucapanku, begitu kata hatiku”.
Semuanya rasanya repot karena aku. Karena anak yang penyakitan ini, karena anak yang tidak diinginkan ini, aku benci diriku, aku benci hidupku.

Beberapa bulan kemudian…

Semuanya semakin memburuk, apalagi di tambah sakitku ini, walaupun pada akhirnya aku tau, aku pasti akan mati karena penyakit ini, memangnya siapa yang mau mendonorkan jantungnya ke aku, ? kecuali orang itu telah meninggal, dan itupun kalu cocok dengan jantungku, dan kalupun ada keluarga yang mau mendonorkannya padaku, dan pada akhirnya akan di lakukan transplantasi jantung kepadaku. Tapi.. ah, aku terlalu berharap, memangnya siapa yang akan mau melakukanya kepadaku ? kepada manusia yang sakit – sakitan ini dan merepotkan banyak orang!
Kabar duka datng kepada keluargaku, kabar yang sangat tidak diinginkan oleh adik dan ibuku, termasuk aku. Ayah.. iya ayahku,, ayahku menderita gagal ginjal ? kenapa? Aku tidak tau apa sebabnya, yang aku tau, beliau memeriksakan dirinya seminggu yang lalu dengan ibuku, karena ayahku merasa sakit dibagian perut kanan bawah. Yang dikira hanya masalah makan saja, yang pada akhirnya didiagnosa gagal ginjal oleh dokter. Semuanya keluargaku terpukul karena hal itu, karena gagal ginjal yang dialami ayahku. Yang dimana harus melakukan cuci darah, yang dalam seminggu nya bisa 2 kali.
Tapi… sejenak ku berfikir..””
Ayahku sakit ? tapi.. banyak yang memperhatikanya, menyemangatinya, bahkan sampai kelurga besar ini menengoknya pulang, beberapa yang lainya membantu biaya cuci darahnya. Sedangkan aku ? iya Aku ? kenapa aku tidak mendapat perlakuan khusus seperti itu? Tidak ada yang memperhatikanku, tidak ada yang menyayangiku saat ini? Kenapa ini tidak adil ? kenapa ini tidak adil untukku, kenapa ?

Beberapa minggu kemudian..

Ayah.. iya, ayahku belakangan ini marah – marah padaku, ibu juga marah padaku, karena apa ? karena biaya obatku, biaya kontrolku ke dr. dan 2 hari lalu, aku bertengkar dengan kedua orang tuaku, aku menuntut keadilan ini, aku menuntut perhatianya, aku menuntut kasih sayang nya.
Kenapa ibu dan ayah tidak menyangiku lagi, kenapa ibu dan ayah tidak memperhatikan ku lagi ‘? Ucapku”
Karena kamu anak yang tidak berguna, karena kamu tidak akan bisa membahagiakan orang tuamu, karena kamu tidak akan bisa membuat kami bangga, dan kamu tidak akan berumur panjang, “ucap Ibuku.
“cukuppppp!!!!!.  Oke, aku tidak akan menuntut apapun dari ayah dan ibu, aku tidak akan minta di perhatikan lagi, aku tidak akan minta diberikan kasih sayang lagi. Iya, aku ini anak yang selalu menyusahkan, anak yang selalu merepotkan. Dan asal ayah dan ibu tau, kalau seperti ini akhirnya, aku tidak akan mau dilahirkan. Aku tidak mau dilahirkan kedunia ini” ucapku.
Baguslah.. kalau kamu mengerti juga dan kamu menyadari ? kamu memang tidak pantas dilahirkan, karena kamu hanya bisa menyusahkan orang lain dan merepotkan ! “ucap ibuku
“lalu.. gimana dengan ayah bu, gimana dengan sakit yang dialami oleh ayah ? bukanya itu lebih parah dari sakitku, bukankah itu juga membutuhkan biaya yang sangat banyak, bahkan 2 x lipat dari biayaku. Biaya berobatku ? “Ucapku.
“berani sekarang kamu, berani sama ayahmu, mau jadi anak pembangkang kamu ? hah.. ? “ucap ibuku, dan ibu menamparku, menjambak rambutku, dan seketika itu juga aku meninggalkan ayah dan ibu, berlarri menuju kamarku. Tapi.. tiba – tiba kepalu sakit, terasa sesak didadaku, dan aku terjatuh dan pingsan.

Malam hari kemudian..
Ku terbangun, aku mandi, dan aku minum obat, tanpa sarapan. Menulis di buku harianku, menceritakan atas penyesalanku, menceritakan atas kejadian hari ini. Terbesit di otakku, harusnya aku tidak berkata seperti itu pada ibuku, harusnya aku juga tidak ikut marah seperti tu, kasihan ayah, kasihan ayah kalau sampai ayah depresi jika memikirkan perkantaanku tadi.. maafkan aku ayah, aku tidak bermaksud membuatku marah karena aku, maafkan aku ibu, karena aku sudah menjadi anak pembangkang.

Beberapa bulan kemudian..

Berita buruk telah terjadi kepadaku, berita buruk terjadi pada jantungku, apakah ini akan menjadi akhir dari segalanya, tapi, semasih aku bisa berdiri, aku tidak akan nyerah gitu aja, pokoknya hal terpenting kali ini adalah, jangan sampai aku masuk RS lagi, jangan sampai aku masuk ICU lagi. Tapi… disisi lain, hal buruk juga terjadi pada ayahku, sekarang ini ginjalnya benar – benar sudah tidak berfungsi lagi, jalan satu – satunya adalah cuci darah, yang dimana dalam satau minggu bisa 3 – 4 kali cuci darah, dan bahkan dibutuhkan donor ginjal untuk ayah.. agar hidup ayah tidak bergantung dengan cuci darah lagi.

Hari ini, adikku telah sedikit berubah kepadaku, dia mulai bicara kepdaku, dia menanyakan keadaanku. Dan sahabatku, dia selalu ada, selalu ada di setiap hari – hariku. Teman curhat yang tau semuanya tentangku, teman curhat yang selalu mengerti keadaanku.

Beberapa minggu telah berlalu dan bebrapa bulan telah kulewati..

Kondisi jantungku semakin memburuk, apa ini akan menjadi akhir dari segalanya tuhan ? akhir dari penderitaanku ? tapi, aku masih ingin hidup, masih ingin melihat indahnya dunia ini, walaupun aku tidak bisa merasakan keindahanya, aku masih ingin melihat kedua orang tuaku, ingin melihatnya tersenyum, walupun senyumanya bukan untukku.
Ayah.. ayahku kondisinya semakin mengkwatirkan, bisa kulihat dari mukanya yang saat ini merasakan kesakitan, walupun aku tidak tau rasa sakit yang iya rasakan sama seperti rasa sakit yang aku rasakan. Ayah.. lekas sembuh yah, aku sangat menyayangimu, kalau perlu aku mau menggantikanmu. Sembuhlah yah, sembuhlah.. “ucapku lirih, seraya berdoa kepada Hyang kuasa, Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Saat ini sedang dicarikanya ginjal yang cocok dengan ginjal ayahku, semua keluargaku telah diperiksa ginjalnya, apakah ada yang sama dengan ayah atau tidak, sayangnya.. dua hari setelahnya keputusan lab telah keluar, yang menyatakan tidak ada ginjal yang cocok dengan ginjal ayah. Ketika hal ini terjadi semuanya memikirkanku, mekimirkanku karena akulah anggapan mereka yang cocok ginjalnya dengan ayah, karena menurut keluargaku, aku lah satu - satu nya anak yang pasti cocok ginjalnya dengan ayah, karena aku sendiri yang belum memeriksakan diri untuk ini.  Iya.. aku memang akan memberikan ginjalku untuk ayah, tapi ? apakah aku bisa hidup dengan satu ginjal ? entahlah.. semua ini masih ku fikirkan “gumamku dalam hati.

11 Agustus 2015
Hari ini, keputusanku sudah bulat, semuanya akan aku lakukan untuk ayahku, sudah kufikirkan bagaimana nasibku, walupun tidak bisa ku tentukan.
Kuperiksakan kecocokan ginjalku dengan ginjal milik ayah, akan ku donorkan ginjalku sebelah untuk ayah, ayah harus sembuh..
Pemeriksaan telah selesai dilakukan, diberikanya amplop dari pihak lab yang mesti dikonsultasikan dengan dokter. Iya.. ginjalku cocok dengan ayah, dan itu artinya ? aku bisa mendonorkan ginjalku sebelah untuk ayah.
Hal yang lain berkata berbeda, kenapa ? karena kata dr. ginjalku yang satunya telah mengalami tanda – tanda kerusakan “walaupun belum rusak saat ini, yang pada intinya akan rusak pada akhirnya, ini di akibatkan obat yang selalu aku konsumsi setiap harinya, yang pada akhirnya aku akan mengalami gagal ginjal juga, ketika ginjalku telah jenuh dengan obat – obatan yang selama ini selalu masuk kedalamnya.
Intinya, sudah ku putuskan, bagaimana pun caranya, ayah harus sembuh, ku katakan kepada dr. “aku akan tetap mendonorkan ginjalku untuk ayahku, bagaimanapun caranya ayahku harus sembuh dok, “ucapku
“tapi, jika itu kamu lakukan, kerja ginjalmu yang satunya akan semakin berat, karena kedua ginjalmu masih tetap utuh sudah mendakan adanya kerusakan,”
“tapi dr. saya ingin ayah saya sembuh dok, itu hanya bisa dilakukan jika saya mendonorkan ginjal  saya. “ Ucapku
“iya, saya mengerti, tapi, jika saya melakukan transplantasi ginjal kamu ke ayah kamu, sama saja artinya saya membunuh kamu, apalagi jika itu dilakukan sangat sulit pertimbanganya, karena jantung kamu bermasalah “
“tapi, dok.. keputusan saya sudah bulat, saya akan mendonorkan kedua ginjal saya, karena saya yakin, umur saya tidak akanlah bisa panjang lagi, dan pada akhirnya ginjal saya akan rusak juga kan ? jadi lebih baik di cangkok kan untuk ayah saya, dari pada keluarga saya mengalami nya yang kedua kalinya. “
“oke, iya.. saya akan melakukanya, untuk jadwalnya kapan akan dilakukan, akan saya beritahu selanjutnya, tapi ketika terjadi apa – apa terhadapmu, apa yang harus saya lakukan ? siapa yang akan bertanggung jawab ? karena kemungkinan kecil saya rasa kamu selamat dalam operasi ini.
“dokter tidak perlu bertanggung jawab, saya tidak akan menyalahkan dokter atas apa yang terjadi nanti pada saya, kalau perlu dr. bisa membuatkan surat pernyataan pertanggung jawaban”.
“baiklah, jika itu keputusanmu, jadwal operasinya akan saya beritahu nanti,”.

Keesokan harinya…
Semuanya kulihat tersenyum diruangan ayahku, ketika aku datang semuanya menunjukkan sikap tidak sukanya kepadaku, terutama ibuku,
“ngapain kamu kesini lagi, apakah kamu senang jika ayahmu kamu fikir akan mati, ah… tidak semudah itu. Telah ada pendonor yang mau mendonorkan ginjalnya untuk ayah, bahkan keduanya sekaligus. Seseorang itu memang berhati malaikat.”
“andai ibu tau kalau itu aku, apa aku akan disayangi dan diperhatikan? apa aku akan diberi penghargaan”?.
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang, untuk keluargaku. Entahlah… aku berfikir aku akan meninggalkan mereka selama – lamanya. Rasanya aku sudah sangat lelah, capek menjalani semuanya ini. Surat ini kutitipkan kepada sahabatku, dan akupun berangkat menuju RS untuk melakukan transplantasi.

Seminggu kemudian…
Akhirnya.. kamu sembuh yah, sekarang kamu akan menjalani hidup normal lagi, tidak perlu melakukan cuci darah lagi. “ucap ibu.
Bu, ibu lihat kakak ndak, dari seminggu ini kakak ndak ada kelihatan, kakak kemana ya bu, apa kakak main kerumah temenya.. ? “ucap adikku
“biarin aja, ibu gak peduli sama kakakmu lagi, mati sekalian juga gak kenapa, ngapain ngurusin orang gak berguna kayak gitu bisanya bikin susah aja. “ucap ibu.
Datanglah sahabatku dengan membawa sepucuk surat,
Om, tante, selamat siang.. ini ada surat dari yuni.. untuk om, dan tante.. dengan rada penasaran, ibu pun membacakan surat itu..
Untuk semua orang yang sangat aku sayang.. apa kabar semuanya, pasti baik – baik ya, owh iya.. gimana kabar ayah ? pasti udah sembuh sekarang, udah sehat.. semoga dengan ginjalku papa gak cuci darah lagi yah..
Saat kalian baca surat aku,  mungkin aku udah ndak disini lagi, akui mungkin udah jauh, jauh ke tempat yang selalu aku inginkan.
Mulai sekarang, tidak akan ada lagi yang merepotkan kalian, tidak akan ada lagi yang merasa susah karena aku, dan yang pasti ibu sama ayah tidak perlu marah – marah lagi karena biaya berobatku.
Dulu, ketika aku masih disayang sama ibu, aku punya angan. Aku punya cita – cita. dan aku punya mimpi. Tapi,, ketika penyakit itu menghampiriku, aku mulai menyesal atas cita – citaku, yang tidak mungkin akan terwujud. Ya.. aku punya angan - angan, cita – citaku mimpi - mimpiku telah hancur.. telah kandas karena sakit ini. Sakit yang tidak pernah ku inginkan, sakit yang membuat aku dibenci keluargaku, sakit yang sangat membuat aku menderita dalam kesakitan tanpa semangat dari kalian.
Tapi… hari ini sakit ini tak kurasakan lagi, sakit ini telah pergi bersama hilangnya aku, yang tidak kalian inginkan ini, yang ibu sesali karena telah melahirkanku.

Maafkan aku bu, maafkan aku yah, dan semuanya maafkan aku, maafkan aku karena telah membuat kalian marah dan repot selama ini. Selamat tinggal ayah, selamat tinggal ibu. Dan selamat tinggal semuanya.  Dan hari ini rasanya hari ulang tahunku yang spesial ya, tidak ada perkataan kalian yang buruk terhadapku lagi. Selamat tinggal..

Seraya dr. pun datang dan memberikan kabar atas kepergian yuni.
Isak tangis menyelimuti keluarga ini, isak tangis penuh penyesalan, dan yuni dengan ketidak adilan dan perhatian serta kasih sayang keluarga ini, isak tangis menyelimutinya. Walaupun begitu penyesalan selalu datang belakangan, yuni telah pergi untuk selama – lamanya.

Selesai...






Minggu, 14 Februari 2016

DEPRESI

Depresi
Bukanlah pernyataan yang masih awam kita dengar, tapi sangat sering, atau setidaknya pernah mendengarnya.. bukanlah sebuah kenyataan yang sangat pahit, hanya saja kita perlu mengolahnya agar hilang dan hidup menjadi rasa syukur…
Depresi…
Sebuah keadaan yang dapat memberikan dampak negatif pada setiap orang yang mengalaminya, mulai dari hal – hal yang kecil hingga besar.
Depresi..
Merupakan perasaan yang dialami oleh setiap orang pada masa atau dalam keadaan kehidupan mereka. Perasaan – perasaan negatif, seperti kesedihan, ke khawatiran, ketakutan atau bahkan frustasi merupakan perasaan – perasaan yang umum dirasakan oleh banyak orang. Merupakan hal yang wajar jika kita merasa kecewa, setelah mengalami suatu kegagalan, kesedihan ketika terjadi sebuah perpisahan atau kehilangan.
Sekali lagi,, perasaan – perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Bahkan bisa jadi perasaan – perasaan tersebut justru dapat digunakan unuk keuntungan kita, karena perasaan – perasaan tersebut menunjukkan kelemahan kita. Pengalaman yang muncul dari kondisi negatif dalam hidup kita tersebut memberikan kita keberanian dan kemauan untuk mengubah hidup kita serta kekuatan untuk menangani depresi dan situasi negatif di masa mendatang.
Lalu.. ketika bagaimana yang disebut DEPRESI ??
Ketika perasaan – perasaan negatif semacam itu terus muncul, bertahan dan tidak hilang.. bahkan ketika lebih dari dua minggu lamanya dan mulai mengganggu kegiatan sehari – hari. Atau mungkin yang lebih parah dapat mengaggu kesehatan kita. Diikuti perasaan ingin bunuh diri dan beranggapan hidup tiada artinya.. maka, keungkinan besar kita telah mengalami depresi. Dan cara yang harus dilakukan selanjutnya adalah.. menemukan cara untuk mengatasinya. Karakteristik utama depresi adalah perasaan negatif dan kesedihan yang sangat mendalam dan terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama.
Berikut adalah ciri – ciri umum DEPRESI :
-          Merasa cemas
-          Sakit kepala
-          Sedih berkepanjangan
-          Susah tidur ( Insomnia )
-          Tidak percaya diri
-          Mudah menangis
-          Tubuh merasa kurang fit
-          Selalu ingin melakukan bunuh diri
-          Memiliki rasa takut yang berkepanjangan
-          Terasa sulit untuk mengambil tindakan
-          Mengalami keputusasaan yang terus menerus
-          Lebih suka menyendiri
-          Ketika terjadi pada anak diikuti penurunan prestasi belajar dan malas belajar

Cara mengatasinya :
Depresi ringan masih bisa di atasi dengan cara yang mudah seperti mengolah cara berfikir, karena ketika depresi yang berkepanjangan akan sangat sulit mengatasinya dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainya seperti masalah pencernaan, pada awal gejala depresi biasanya diawali dengan kerontokan rambut yang sangat parah, hal – hal dibawah ini biasanya mampu menghilangkan masalah depresi yang ringan :
-          Melakukan olahraga teratur
-          Menulis buku harian
-          Berlibur
-          Mencari kegiatan baru

Ketika depresi telah menjadi berat dan parah, itu perlu dikonsultasikan kepada ahlinya, yang dimana tidak hanya diberikan saran – saran saja untuk menanggulanginya. Tapi diberikan pula obat antidepresan untuk menanggulanginya. Yang dimana obat – obat itu bukan hanya nantinya akan berefek samping pada kesehatan pada jangka waktu yang lama digunakan.karena pada dasarnya obat berasal dari bahan kimia.  Karena, ketika telah menggunakan obat antidepresan, biasanya pemakaianya bisa lebih dari dua bulan lamanya.
Maka dari itu hal yang paling sederhana adalah mengolah fikiran, cara berfikir agar tidak sampai terjadi depresi, apalagi depresi berat.
‘’salam sehat’’ JJJ



Kamis, 11 Februari 2016

ANTISPASMODIKA


ANTISPASMODIK

     Antispasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot polos saluran pencernaan. Antispasmodik juga dapat digunakan untuk mengatasi kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis, tukak peptik, juga diindikasikan untuk gangguan saluran cerna yang ditandai spasme otot polos, sering digunakan untuk nyeri TGI karena kontraksi yang berlebihan dan dismenore (nyeri haid). Dibagi terbagi menjadi :
  Antikolinergik
  Antispasmodik lain
  Gol Antagonis reseptor dopamine

A.    Golongan Antikolinergik
Obat antikolinergik adalah obat-obat yag berkaitan dengan reseptor kolin tetapi tidak memicu efek intraselular sehingga persarafan parasimpatik menjadi terganggu. Akibatnya efek yang muncul/dominan adalah pacu simpatik yang tidak diimbangi oleh parasimpatik.
Berdasarkan lokasi tempat kerja, antagonis kolinergik ini dibagi atas 3 golongan sbb :
  Bloker secara selektif sinaps muskarinik pada saraf parasimpatik, yang disebut sebagai antimuskarinik
  Bloker ganglionik, yang lebih banyak bekerja pada reseptor nikotinik pada ganglia simpatik dan parasimpatik.
  Penyekat neuromuscular yang mengganggu transmisi impuls eferen yang menuju otot rangka.

1.      Antimuskarinik
Obat ini bekerja menyekat reseptor muskarinik sehingga semua fungsi muskarinik dihambat. Selain itu, obat ini jugamenyekat (pengecualian) neurosimpatik yang menuju kelenjar keringat. Obat ini banyak digunakan di klinik karena obat ini tidak banyak mempengaruhi ganglion otonom atau sambungan saraf-otot rangka. Golonganya :
  Atropin dan Famili Alkaloid (termasuk alkaloid belladona)
  Antimuskarinik sintetik yang dibagi menjadi :
-          Amonium Kuarter (Hiosin Butilbromida dan Propantelin Bromide)
-          Amin tersier (Disiklomin Hidroclorida)

1.      Atropin Sulfat dan Alkaloid Belladona
atropin adalah alkaloid beladona yang mempunyai aktivitas kuat terhadap reseptor muskarinik. Obat ini bekerja kompatitif antagonis dengan ach  untuk menempati colinoreseptor Umumnya masa kerja obat ini sekitar 4 jam terkecuali, pada pemberian sebagai tetes mata, masa kerjanya menjadi lama bahkan sampai beberapa hari.

Farmakokinetik
Atropin mudah diabsorbsi, sebagian dimetabolisme dalam hepar dan dieksresi ke dalam urine. Waktu paruhnya sekitar 4 jam.

Farmakodinamik
Efek antikolinergik dapat menstimulasi ataupun mendepresi bergantung pada organ target. Di dalam otak, dosis rendah merangasang dan dosis tinggi mendepresi. Efek obat ibi juga ditentukan oleh kondisi yang akan diobati. Misalnya, parkinson yang dikarakteristikan dengan defisiensi dopamine yang mengintensifkan efek stimulasi Ach. Antimuskarinik menumpulkan atau mendepresi efek ini. Pada kasus lain, efek obat ini pada SSP terihat sbg stimulator.
    Efek pada mata :  midriasis dapat sampi siklopegia
    Saluran cerna : sebagai antispasmodik, obat ini tidak mempengaruhi sekresi HCL lambung sehingga tidak bermanfaat sebagai anti-ulkus. Pirenzepin adalah suatu antimuskarinik M1 yang bekerja selektif untuk mengurangi sekresi HCL lambung yang digunakan untuk pengobatan ulkus peptikum.
    Saluran kemih : Menurunkan hipermotilitas VU, kadang-kadang masih digunakan untuk enuresis pada anak yang ngompol.
    Kardiovaskular : Pada dosis kecil menyebabkan bradikardi, dosis tinggi menyebabkan penyekatan reseptor kolinergik di SA nodus, dan denyut jantung sedikit bertambah (takikardi). Efek ini baru timbul bila di beri atropin 1 mg.
    Kelenjar eksokrin : menghambat sekresi kelenjar saliva sehingga mukosa mulut menjadi kering (serostomia). Kelenjar saliva sangat peka terhadap atropin. Hambatan sekresi kelenjar keringat menyebabkan suhu tubuh jadi naik, juga kelenjar air mata mengalami gangguan.

Indikasi Klinis
         Efek midriasis atropin digunakan untuk diagnostik tes pada kelainan dalam mata/retina
         Sebagai antisekretori pada waktu operasi
         Antispamodik saluran cerna dan VU
         Antidotum obat-obat antagonis kolinergik seperti pada keracunan insektisisda karbamat, organofosfat, dan jamur.

Efek samping
         Mulut kering
         Penglihatan kabur
         Takikardi
         Konstipasi
         ESO pada SSP (rasa capek, bingung, halusinasi, delirium, kolaps sirkulasi, depresi napas dan kematian)
         ESO pada lansia (midriasis dan sikloplegia yang dapat menimbulkan seranagan glaukoma)

Sediaan
         Atropine sulfat (generic) serbuk injeksi 0,5 mg/ml (k)
         Ekstrak belladona (generic) tablet 10mg, 20 mg (k)

2.        Hiosisn Butilbromida
Bereaksi pada sistem saraf otonom dan mencegah kejang otot. Obat ini biasa digunakan untuk pra pengobatan untuk mengosongkan sekresi paru-paru. Obat ii juga digunakan untuk tukak lambung.
Indikasi
Terapi tambahan pada saluran cerna yang ditandai dengan spasme otot polos.

Dosis :
         Oral : dewasa 20 mg (4x sehari), anak-anak 6-12 tahun  10 mg (3x sehari)
         IM atau IV (Spasme akut) : 20 mg bila perlu diulang setelah 30 menit.

3.        Propantelin Bromide
Indikasi
Terapi tambahan pada gg saluran cerna yang ditandai dengan spasme otot polos. Kontaindikasi sama dengan atropine sulfat.

Dosis
         15mg 3x sehari sekurang-kurangnya 1 jam sebelum makan dan 30 mg sebelum tidur dan maksimal 120 mg/hari.
         Anak-anak tidak dianjurkan

B.     Antispasmodik lain
Terdiri dari :
1.  Mebeverin
Obat ini digolongkan antispasmedik digunakan untuk mengobati kram dan kejang pada perut dan usus. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet

2.  Timepidium
Timepidium diindikasikan untuk sakit akibat spasme/kejang otot halus yang disebabkan oleh gastritis, ulkus peptikum, pankreatitis dan penyakit kandung empedu. Sedian dalam bentuk oral tablet dan injeksi.

3.  Pramiverine
Diindikasikan untuk spasme atau kejang dan kolik yag terasa sangat sakit pada saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih, dismenore (nyeri perut pada saat haid), nyeri setelah operasi. Sediaan dalam bentuk oral tablet dan injeksi.

4.  Tiemonium
Merupakan obat antispasmodik antikolinergik sintesis. Obat ini mengurangi kejang otot pada usus, bilari, VU dan uterus. Iindikasikan untuk nyeri pada penyakit gastrointestinal seperti gastroentritis, diare, disentri, dll.

C.    Gol Antagonis reseptor dopamine
Beberapa antagonis dopamin metaklopramida dan domperidon  menunjukan cara kerja yang berbeda dalam antimuskarinik. Senyawa-senyawa tersebut bekerja dengan cara merangsang pengosongan lambung dan transit usus halus dan meningkatkan kekuatan kontraksi sfingkter esophagus.
Metoklopramida bermanfaat memperkuat motilitas dan pengosongan lambung berdasarkan stimulasi sara-saraf colinergic, khasiat antidopamin di pusat dan perifer, serta kerja langsung terhadap otot pols. Maka zat ini sering digunakan  untuk gangguan peristaltik lemah.
Domperidon dianjurkan pada terapi tukak lambung dengan jalan menghindari refluks empedu dari duodenum ke lambung. Dengan demikian, pembororkan dari mukosa lambung tidak memburuk dan tukaka bisa sembuh dengan mudah. Obat ini juga di gunakan pada reflux oesophagitis untuk mencegah pengaliran kembali dari asam lambung ke tenggorokan.

            Dosis
         3-4 dd 10-20 mg a.c
         Anak-anak 3-4 dd 0,3 mg/kgBB
         Rectal anak-anak 0,2 tahun 2-4 dd 10mg
         i.m. / i.v. 0,1-0,2 mg/kgBB dengan maks. 1 mg/KgBB/hari