OBAT- OBAT GANGGUAN
SISTEM
PENCERNAAN
PENGERTIAN
Sistem pencernaan makanan dimulai
didalam mulut dimana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah yang
mengandung suatu enzim amilase yaitu ptialin, yang berfungsi menguraikan
karbohidrat. Setelah itu ditelan dan adukan dilanjutkan dengan gerakan
peristaltik ke lambung dengan bantuan getah lambung yang terdiri dari asam
lambung dan pepsin, yaitu suatu enzim proteolitik yang disekresi oleh selaput
lendir lambung.
Pencernaan dilanjutkan didalam usus
yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan yang
dihasilkan oleh pancreas dan mukosa usus. Setelah terbentuk zat-zat gizi
yang sangat halus dan mudah diserap oleh tubuh maka sisa makanan masuk ke usus
besar dan diolah oleh flora normal usus hingga siap untuk dibuang.
Di seluruh lambung usus inilah dapat
timbul pelbagai gangguan penyakit baik yang disebabkan oleh terganggunya
produksi enzim pencernaan maupun yang disebabkan oleh infeksi-infeksi usus oleh
kuman dan cacing.
Yang akan dibahas pada bab ini adalah :
A.
Antasida
B.
Digestiva
C.
Anti diare
D.
Pencahar / laxativa
E.
Anti spasmodika
F.
Kolagoga
G.
Protektor hati
A. ANTASIDA
Pengertian
Antasida (anti = lawan, acidus = asam)
adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung
yang menyebabkan timbulnya penyakit tukak lambung atau sakit maag, dengan
gejala nyeri hebat yang berkala.
Tujuan pengobatan adalah menghilangkan
gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penggolongan.
Berdasarkan mekanisme kerjanya,
obat-obat antasida dapat digolongkan menjadi dua yaitu.
1)
Anti
Hiperaciditas
Obat dengan kandungan aluminium dan
atau magnesium ini bekerja secara kimiawi dengan mengikat kelebihan HCl dalam
lambung. Magnesium atau aluminium tidak larut dalam air dan dapat bekerja lama
di dalam lambung sehingga tujuan pemberian antasida sebagian besar dapat
tercapai.
Sediaan yang mengandung magnesium
dapat menyebabkan diare (bersifat pencahar) sedangkan sediaan yang mengandung
aluminium dapat menyebabkan konstipasi (sembelit) maka biasanya kedua senyawa
ini dikombinasikan.
Persenyawaan molekul antara Mg dan Al
disebut hidrotalsit. (aluminium hidroksida, magnesium karbonat,
magnesium trisilikat, kompleks aluminium magnesium hidrotalsit).
Obat dengan kandungan natrium
bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air, dan bekerja cepat. Tetapi
bikarbonat yang terabsorbsi dapat menyebabkan alkalosis bila digunakan dalam
dosis berlebih, terlepasnya CO2 dapat menyebabkan sendawa.
Obat dengan kandungan bismut dan kalsium
dapat membentuk lapisan pelindung pada luka di lambung tetapi sebaiknya
dihindari karena bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan encefalopatia
(kerusakan otak dengan gejala kejang-kejang dan kekacauan) juga cenderung
menyebabkan konstipasi. Kalsium dapat menyebabkan sekresi asam lambung
berlebih, kelebihan menyebabkan hiper kalsemia.
2)
Perintang
reseptor H2 (antagonis reseptor H2)
Semua antagonis reseptor H2
menyembuhkan tukak lambung dan duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam
lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. Contoh perintang
reseptor H2 adalah ratinidin dan simetidin sekarang dikenal senyawa
baru famotidin dan nizatidin.
Pengobatan
dengan obat-obatan antasida bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, membuat
penderita lebih tenang dan dapat beristirahat, juga agar penderita tidak
mengalami kembung. Antasida sering dikombinasikan dengan:
a)
Anti kolinergik, yaitu zat
yang menekan produksi getah lambung dan melawan kejang- kejang (contohnya
ekstrak belladonae).
b)
Obat penenang / sedativ,
yaitu untuk menekan stress karena dapat memicu sekresi asam lambung (contohnya klordiazepoksida)
c)
Spasmolitik, yaitu untuk
melemaskan ketegangan otot lambung – usus dan mengurangi kejang-kejang (contohnya
papaverin)
d)
Dimetikon (dimetilpolisiloksan)
berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah diserap
dengan demikian dapat dicegah masuk angin, kembung, dan sering buang angin
(flatulensi).
Obat
generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping.
1. Aluminium Hidroksida
|
Indikasi
|
Nyeri radang lambung dan usus 12 jari.
|
|
Kontra indikasi
|
Hipofosfatemia.
|
|
Efek samping
|
-
|
|
Sediaan
|
Antasida DOEN
(generik ) tablet, suspensi, tablet kunyah.
|
|
Cara penyimpanan
|
Pada suhu
kamar.
|
2. Simetidin
|
Indikasi
|
tukak lambung-us. 12 jari |
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
Pusing, ruam
kulit,mengubah kebiasaan buang air besar
|
|
Sediaan
|
Cimetidin
(gererik) tablet 200mg
|
3. Famotidin
|
Indikasi
|
lihat simetidin
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
lihat simetidin
|
|
Sediaan
|
Famotidin
(generik) tablet 20mg, 40 mg
|
4. Ranitidin
|
Indikasi
|
Tukak lambung,
usus 12 jari, tukak akibat anti inflamasi
non steroid
|
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
lihat simetidin
|
|
Sediaan
|
Ranitidin
(generik) tablet 150mg, 300mg.
|
Spesialite obat-obat antasida.
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Aluminium hidroksida
|
Alukol
|
PIM
|
|
2
|
Kombinasi Al(OH)3 dan
MG(OH)
|
Maag tab
|
Erela
|
|
|
|
Aludona
|
|
|
3
|
Simetikon/Dimetichone
|
Diloxan
|
Bernofarm
|
|
|
(Dimethylpolosiloxane)
|
Disflatyl
|
Pharos
|
|
|
|
Aeroson
|
Soho
|
|
4
|
Antasida
|
Maalok
|
Rhone P
|
|
|
|
Antasida DOEN
|
Indo Farma
|
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
5
|
Simetidin
|
Corsamet
|
Corsa
|
|
|
|
Ulsikur
|
Kalbe farma
|
|
6
|
Famotidin
|
Facid
|
Kalbe farma
|
|
|
|
Famos
|
Dankos
|
|
|
|
Gaster
|
Novartis
|
|
7
|
Ranitidin (Ranitidini)
|
Zantac
|
Glaxo Wellcome
|
|
|
|
Rantin
|
Kalbe Farma
|
B.
DIGESTIVA
Pengertian
Digestiva adalah obat-obat yang
digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung usus terutama pada keadaan
defisiensi zat pembantu pencernaan. Disebut juga obat-obat pencernaan.
Penggolongan
1) Obat
yang bekerja pada kandung empedu
Empedu terdiri dari asam empedu (asam
kolat) dan asam kenodeoksikolat serta kolesterol dan fosfolipid. Guna empedu
yang berhubungan dengan pencernaan dan absorbsi lemak yaitu :
·
membantu proses emulsifikasi
dan absorpsi lemak
·
mempertinggi daya kerja
lipase
·
membantu peroses absrobsi
vitamin yang larut dalam lemak (A,
D, E, K)
Guna preparat empedu peroral adalah :
·
membantu pencernaan dan
penyerapan dalam usus (lemak)
·
merangsang pengeluaran
empedu dari hati (cholereatic)
·
melarutkan &
mengeluarkan batu empedu (cholagoga)
·
mengobati dan melindungi
hati terhadap penyakit kuning dan hati yang mengeras.
2)
Enzym
pencernaan.
Yang sering
digunakan adalah :
·
Asam hidroklorida (HCl)
·
Enzym lambung (pepsin)
·
Enzym pankreas (pancreatin)
Penggantian enzym pankreas (pankreatin
suplemen) diperlukan bila sekresi pankreas terganggu (dapat karena pembedahan
pankreas, tersumbatnya pankreas atau karena kancer pankreas).
Enzym ini terdiri dari :
1.
Amylase (pencernaan K-
hidrat)
2.
Trypsin-chemotrypsin
(pencerna protein)
3.
Lipase (pencerna lemak
dengan bantuan empedu)
Asam
klorida (HCl) adalah suatu cairan yang dikeluarkan oleh dinding lambung yang
memiliki fungsi utama:
·
mengubah pepsinogen yang
dihasilkan selaput lambung menjadi pepsin
·
membuat suasana lambung
jadi asam sehingga mempermudah penguraian protein menjadi peptida
·
membantu proses absorpsi
garam kalsium dan besi
·
membantu merangsang
pengeluaran getah lambung, pankreas dan hati.
Pada
keadaan kekurangan asam lambung disebabkan aklorhidri, sehingga sebagai
pengganti perlu diberikan HCl dari luar. Pemakaian HCl tersebut harus dalam
keadaan cukup encer agar tidak menghancurkan selaput lendir lambung.
Pepsin
adalah enzym yang disekresi mukosa lambung berfungsi menguraikan protein
menjadi peptida, enzym ini disebut juga protease.
Spesialite obat
digestiva.
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Pankreatin, empedu
sapi, ekstrak lambung.
|
Panzynorm
|
Nordmark
|
|
2
|
Pancreatin, empedu
sapi, bromealin
|
Nutrizym
|
E.Merk
|
|
3
|
Pancreatin, lipase,
amilase
|
Pancreon comp
|
Kimia Farma
|
C.
ANTI
DIARE
Pengertian.
Antidiare
adalah obat-obatan yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit
yang disebabkan oleh bakteri atau kuman, virus, cacing atau keracunan makanan.
Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan
kadang-kadang disertai mulas (kejang-kejang perut) kadang-kadang disertai darah
atau lendir.
Diare
terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga
menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat
ditimbulkan oleh :
·
infeksi oleh bakteri patogen
misalnya bakteri colie
·
infeksi oleh kuman thypus
(kadang-kadang) dan kolera
·
infeksi oleh virus misalnya
influenza perut dan “travellers diarre”
·
akibat dari penyakit cacing
(cacing gelang, cacing pita)
·
keracunan makanan atau minuman
·
gangguan gizi
·
pengaruh enzym tertentu
·
pengaruh saraf (terkejut,
takut dan sebagainya)
Diare
juga dapat merupakan salah satu gejala penyakit seperti kanker pada usus
Penggolongan
Obat – obat yang diberikan untuk
mengobati diare ini dapat berupa :
1.
Kemoterapi
2.
Obstipansia
3.
Spasmolitik
Sebelum
diberikan obat yang tepat maka pertolongan pertama pengobatan diare akut
seperti pada gastro enteritis ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan
atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia
lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian.
Gejala
dehidrasi : haus, mulut dan bibir kering, kulit menjadi keriput (kehilangan
turgor), berkurangnya air kemih, berat badan turun dan gelisah. Pencegahan
dehidrasi dilakukan dengan pemberian larutan oralit, yaitu campuran dari :
§ NaCl 3,5 gram
§ KCl 1,5 gram
§ NaHCO3 2,5 gram
§ Glukosa 20 gram
Atau dengan
memberikan larutan infus secara intra vena antara lain
·
Larutan NaCl 0,9 % ( normal
saline )
·
Larutan Na. Laktat majemuk (
ringer laktat )
Setelah itu dapat diberikan
obat-obatan lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui
pemeriksaan yang teliti.
1)
Kemoterapi
Untuk terapi kausal yaitu memusnahkan
bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamida atau antibiotika
2)
Obstipansia
Untuk terapi simptomatis dengan tujuan
untuk menghentikan diare, yaitu dengan
cara :
·
menekan peristaltik
usus, misalnya loperamid
·
menciutkan selaput usus atau
adstringen, contohnya tannin
·
pemberian adsorben untuk
menyerap racun yang dihasilkan bakteri atau racun penyebab diare yang lain
misalnya, carbo-adsorben, kaolin
·
pemberian mucilagountuk melindungi selaput lendir usus yang luka.
3)
Spasmolitika
Zat yang dapat melemaskan
kejang-kejang otot perut (nyeri perut) pada diare misalnya Atropin sulfat
Obat generik , indikasi, kontra indikasi, dan efek
samping
1. Oralit
|
Indikasi
|
Pencegahan
dehidrasi pada diare atau kolera dengan cara menggantikan cairan tubuh yang
hilang
|
|
Kontra indikasi
|
Obstruksi dan
perforasi usus
|
|
Efek samping
|
Hiper kalemia
|
|
Sediaan
|
Oralit
(generik),serbuk
|
|
Cara
penyimpanan
|
Ditempat kering
|
2. Kaolin
|
Indikasi
|
Pengobatan
diare, bersifat adsorben
|
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
-
|
|
Sediaan
|
Generik (-)
Umumnya yang
beredar adalah kombinasi kaolin dan pectin
|
3. Carbo adsorben
|
Indikasi
|
Pengobatan
diare, bersifat menyerap racun
|
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
-
|
|
Sediaan
|
Karbo Absorben
(Kimia Farma)
Di Indonesia
beredar Attapulgit
|
Ada beberapa penyakit infeksi usus
lain yang menyebabkan diare, antara lain:
· Kolera
Penyakit infeksi
usus disebabkan bakteri Vibrio cholarae
asiatica atau Vibrio cholerae eltor.
Gejala-gejala kolera adalah diare seperti air beras, muntah-muntah dan
kejang-kejang, anuria (terhentinya pengeluaran air seni).
Pengobatannya
adalah dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya dehidrasi
disusul dengan pemberian antibiotik (tetrasiklin, kloramfenicol) sebagai terapi
kausal.
· Disentri basiler
Disebut juga shigellosis adalah
penyakit infeksi usus yang diakibatkan oleh beberapa jenis basil gram negatif
genus shigella.
Ciri-ciri
penyakit :
-
Kejang dan nyeri perut
-
Mulas waktu buang air besar
-
Diare berlendir dan berdarah
Obat-obat yang biasa dipakai antara lain :
-
Golongan sulfonamida
(sulfadiazin dan derivatnya serta kotrimoksazol)
-
Golongan antibiotik
(ampisilin, tetrasiklin)
· Thypus
Disebabkan oleh salmonella
typhosa yang menyerang usus penderita dengan gejala demam tinggi secara
berkala, nyeri kepala, lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus,
terjadi diare berdarah.
Pengobatan thypus :
-
Chloramfenicol : merupakan
obat pilihan (drug of choice) . Efek samping
mengakibatkan anemia aplastis
-
Kotrimoksazol merupakan obat
pilihan lainnya pada pemakaian lama (lebih dari 14 hari) dapat menimbulkan gangguan
darah.
-
Antibiotik lain seperti
ampisilin – amoksisilin dan tetrasiklin, baru digunakan bila terjadi resistensi
terhadap chlorampenicol atau kotrimoksazol.
Spesialite obat anti diare
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Oralit
|
Bioralit
|
Indofarma
|
|
|
|
Corsalit
|
Corsa
|
|
2
|
Kaolin
|
Kaopectate
|
Up John Indonesia
|
|
|
|
Neo Diaform
|
Corsa
|
|
|
|
Neo Enterostop
|
Kalbe Farma
|
|
3
|
Attapulgit
|
Biodiar
|
Novartis Indonesia.
|
|
4
|
Loperamid HCL
|
Imodium
|
Johnson &Johnson
|
|
|
|
Lodia
|
Sanbe
|
|
5
|
Arang Jerap
|
|
|
|
|
(Carbo Adsorbens) DOEN
|
Bekarbon
|
Kimia Farma
|
D.
PENCAHAR
(Laxativa)
Pengertian
Pencahar atau laxantia adalah
obat-obat / zat yang dapat mempercepat peristaltik usus sehingga mempermudah/
melancarkan buang air besar. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara
merangsang susunan saraf otonom para-simpatis
agar usus mengadakan gerakan peristaltik dan mendorong isinya keluar.
Penggunaan
Obat pencahar
digunakan untuk :
·
Pada keadaan sembelit
(konstipasi) karena pengaruh efek samping obat kurang minum, kurang
mengkomsumsi makanan berserat.
·
Pada pasien dengan resiko
pendarahan, pada angina pektoris atau resiko
·
Pendarahan rektal pada
hemoroid (wasir).
·
Untuk membersihkan saluran
cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi.
·
Untuk pengeluaran parasit
setelah pemberian antelmentik.
·
Penggunaan pencahar pada
anak-anak harus dihindari kecuali diresepkan oleh dokter.
Penggolongan
Berdasarkan mekanisme kerja dan sifat
kimianya, pencahar digolongkan sebagai berikut :
1) Zat-zat perangsang dinding
usus
-
Merangsang dinding usus besar
misalnya glikosida antrakinon (rhei, sennae, aloe, bisakodil, dantron)
-
Merangsang dinding usus kecil
misalnya oleum ricini /minyak jarak (sudah tidak dipakai) dan kalomel
2) Zat-zat yang dapat
memperbesar isi usus
-
Obat yang bekerja dengan
jalan menahan cairan dalam usus secara osmosis (pencahar osmotik), contohnya
magnesium sulfat (garam Inggris) , natrium fosfat. Enema fosfat bermanfaat
dalam membersihkan usus sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan bedah.
Natrium sulfat harus dihindari karena pada individu yang rentan dapat menyebabkan retensi air dan natrium
-
Obat yang dapat mengembang
dalam usus, misalnya agar-agar,
carboksil metil cellulose (CMC) dan tylose.
-
Serat juga dapat digunakan
karena tidak dapat dicernakan, seperti buah-buahan dan sayuran.
3) Zat pelicin atau pelunak
tinja
Zat ini dapat mempermudah defikasi
karena memperlunak tinja dan memperlicin jalannya defekasi. Contohnya paraffin
cair, suppositoria dengan
gliserin, klisma dengan larutan sabun dll.
Obat generik,
indikasi, kontra indikasi dan efek samping
1.
Bisakodil
|
Indikasi
|
Konstipasi
(tablet bekerja dalam 10 – 12 jam, suppositoria bekerja dalam 20 – 60 menit)
|
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
Penggunaan
jangka panjang dapat memicu atonia colon
|
|
Sediaan
|
Bisakodil
(generik) tabl 5 mg
|
2. Dantron
|
Indikasi
|
Konstipasi pada
pasien gagal jantung,pada orang tua
|
|
Kontra indikasi
|
Obstruksi usus,
atonia colon.
|
|
Efek samping
|
-
|
|
Sediaan
|
Dantron
(generik) tablet 150 gr
|
3. Glycerin
|
Indikasi
|
Konstipasi
|
|
Kontra indikasi
|
-
|
|
Efek samping
|
-
|
|
Sediaan
|
Glyserin (generik),
larutan
|
4. Magnesium sulfat /garam Inggris
|
Indikasi
|
Konstipasi,
pengosongan usus yang cepat sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan bedah.
|
|
Kontra indikasi
|
Penyakit
saluran cerna akut; gangguan ginjal, gangguan hati, usia lanjut & pasien
lemah
|
|
Efek samping
|
Kolik
|
|
Sediaan
|
Magnesium
sulfat (generik) serbuk 30 gr garam Inggris (generik), serbuk
|
Spesialite
obat-obat pencahar
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Ispaghula Sekam
|
Metamucil
|
Searle
|
|
|
|
Mucofalk
|
Darya Varia
|
|
2
|
Bisakodil
|
Dulcolax
|
Schering Indonesia
|
|
|
|
Laxamex
|
Konimex
|
|
3
|
Glyserin
|
Glyserin Cap Gajah
|
Usaha Sekawan
|
|
|
|
Proconsti
|
Soho
|
|
4
|
Garam
Inggris
|
Garam
Inggris cap Gajah
|
Usaha
sekawan
|
E.
ANTI SPASMODIKA
Pengertian
Antispasmodik ialah zat atau obat-obat
yang digunakan untuk mengurangi atau melawan kejang-kejang otot, yang sering
mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan). Obat golongan ini mempunyai
sifat sebagai relaksan otot polos. Termasuk senyawa yang memiliki efek anti
kolinergik, lebih tepatnya anti muskarinik. Meskipun dapat mengurangi spasme
usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus–pencernaan hanya bermanfaat sebagai
pengobatan tambahan.
Penggolongan
Anti
spasmodik digolongkan menjadi:
·
Atropin dan kelompok
alkaloid
·
Antimuskarinik sintetik
Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan
efek samping
Atropin
Sulfat dan Alkaloid Beladona
|
Indikasi
|
Relaksan
otot polos
|
|
Kontra
indikasi
|
Glaukoma
sudut sempit
|
|
Efek
samping
|
Mulut
kering, sulit menelan dan haus,dll
|
|
Sediaan
|
Atropin
sulfat (generik), serbuk inj. ekstrak beladona (generik) tablet 10mg, 20mg
|
Spesialite obat-obat anti spasmodik
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1.
|
Hiosin Butilbromida
|
Buscopan
|
Schering Indonesia
|
|
|
|
Gitas
|
Interbat
|
|
|
|
Hyorex
|
Rama
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Propantelin Bromida
|
Pro Banthine
|
Soho
|
|
3
|
Mebeverine HCL
|
Duspatalin
|
Kimia Farma
|
F.
KOLAGOGA
Pengertian
Kolagoga adalah zat atau obat yang
digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu empedu. Batu empedu merupakan
penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu Faktor pencetusnya
meliputi hiperkolesterolemia, penyumbatan disaluran empedu dan radang
saluran empedu.
Terdapat tiga jenis batu empedu yakni
batu kolesterol, batu pigmen dan batu kalsium karbonat (kebanyakan yang terjadi
batu empedu campuran). Terapi batu empedu dengan obat perannya relatif kecil
bila dibandingkan dengan tehnik pembedahan atau endoskopi.dan laparoskopi.
Terapi dengan obat cocok untuk pasien:
·
Yang gejalanya ringan
·
Fungsi kandung empedu tidak
terganggu
·
Ukuran batu empedu kecil
sampai sedang.
Pencegahan
jangka panjang mungkin diperlukan setelah batu empedunya melarut atau dibuang,
karena dapat terjadi kembali pada sebagian pasien sesudah pengobatan
dihentikan.
Pengobatan
Obat yang sering digunakan untuk
membantu melarutkan batu empedu adalah asam kenodeoksikolat dan asam
ursodeoksikolat. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet kolesterol dan
pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesedah batunya melarut.
Spesialite obat Kolagoga.
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Asam Kenodeoksikolat
|
Chenofalk
|
Darya Varia
|
|
2
|
Asam Ursodeoksikolat
|
Estazor
|
Pratapa Nirmala
|
|
|
|
Pramur
|
Prafa
|
|
|
|
Urdafalk
|
Darya Varia
|
|
|
|
Ursochol
|
Pharos
|
G.
PROTEKTOR
HATI (HEPATOPROTEKTOR)
Obat-obat protektor hati adalah
obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk melindungi, meringankan
atau menghilangkan gangguan fungsi hati kerena adanya bahan kimia, penyakit
kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati.
Pada umumnya obat-obat golongan ini
mengandung asam-asam amino, kandungan dari tanaman kurkuma (kurkumin) dan
zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin. Methionin memiliki peranan
penting dalam metabolisme hati sehingga digunakan untuk melawan keracunan yang
disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat yang dapat
mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja
melawan keracunan.
Obat-obat ini sebaiknya jangan
digunakan pada penderita penyakit hati yang berat karena pada dosis besar dapat
memperparah keadaan.
Spesialite obat
protektor hati
|
NO
|
GENERIK
|
DAGANG
|
PABRIK
|
|
1
|
Methionin dan
Vitamin
|
Methicol
|
Otto
|
|
|
|
Methioson
|
Soho
|
|
2
|
Curcuma
|
Curcuma
|
Soho
|
|
|
|
Curson
|
Soho
|
|
|
|
Heparviton
|
Tempo Scan P
|
|
|
|
Lanagogum
|
Landson
|
|
3
|
Asam-asam Amino
|
Aminofusin Hepar
|
Baxter Kalbe
|