Rabu, 09 Maret 2016

ANESTESI LOKAL, ANTI PARKINSON, NEUROTROPIK

ANESTESI LOKAL

Pengertian
          Obat anestetika lokal yang pertama dikenal adalah kokain yang diperoleh dari Erythroxylon coca yang dapat memberikan rasa nyaman dan mempertinggi daya tahan tubuh. Pada awalnya di dunia kedokteran digunakan untuk menghilangkan nyeri stempat oleh kedokteran gigi dan mata. Karena kemampuannya untuk merintangi transmisi ke batang otak kemudian dipakai sebagai anestesi blokade saraf  pada pembedahan maupun dalam anestesi spinal/umum. Barulah kemudian dibuat anestetika lokal sintetis seperti prokain dan derivatnya seperti lidokain, prilokain dan bupivikain.

Penggunaan
          Anestetika lokal umumnya digunakan secara parenteral misalnya pembedahan kecil dimana pemakaian anestetika umum tidak dibutuhkan. Anestetika lokal dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
·         Anestetika permukaan, digunakan secara lokal untuk melawan rasa nyeri dan gatal, misalnya larutan atau tablet hisap untuk menghilangkan rasa nyeri di mulut atau leher, tetes mata untuk mengukur tekanan okuler mata atau mengeluarkan benda asing di mata, salep untuk menghilangkan rasa nyeri akibat luka bakar dan suppositoria untuk penderita ambeien/wasir
·         Anestetika filtrasi, yaitu suntikan yang diberikan ditempat yang dibius ujung-ujung sarafnya, misalnya pada daerah kulit dan gusi (pencabutan gigi)
·         Anestetika blok atau penyaluran saraf, yaitu dengan penyuntikan di suatu tempat dimana banyak saraf terkumpul sehingga mencapai daerah anestesi yang luas, misalnya pada pergelangan tangan atau kaki

          Obat-obat anestetika lokal umumnya yang dipakai adalah garam kloridanya yang mudah larut dalam air. Untuk memperpanjang daya kerjanya ditambahkan suatu vasokontriktor yang dapat menciutkan pembuluh darah sehingga absorbsi akan diperlambat, toksisitas berkurang, mula kerja dipercepat dengan khasiat yang lebih ampuh dan lokasi pembedahan praktis tidak berdarah, contohnya adrenalin.
          Tetapi kombinasi ini tidak boleh digunakan pada jari-jari tangan karena dapat menyebabkan gangrein (jaringan mati).

Persyaratan anestetika lokal
          Anestetika lokal dikatakan ideal apabila memiliki beberapa persyaratan sebagai berikut :
·         Tidak merangsang jaringan
·         Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf sentral
·         Toksisitas sistemisnya rendah
·         Efektif pada penyuntikan dan penggunaan lokal
·         Mula kerja dan daya kerjanya singkat untuk jangka waktu cukup lama
·         Larut dalam air dengan menghasilkan larutan yang stabil dan tahan pemanasan (proses sterilisasi)

Efek Samping
          Efek samping penggunaan anestetika lokal terjadi akibat khasiat dari kardio depresifnya (menekan fungsi jantung), mengakibatkan hipersensitasi berupa dermatitis alergi.

Penggolongan
Secara kimiawi anestetika lokal dibagi 3 kelompok, yaitu :
·         Senyawa ester, contohnya prokain, benzokain, buvakain, tetrakain dan oksibuprokain
·         Senyawa amida, contohnya lidokain, prilokain, mepivikain, bupivikain, cinchokain dll
·         Serba-serbi, contohnya jokain dan benzilalkohol.
Selain kokain, semua obat tersebut diatas dibuat sintetis.

Sediaan, indikasi, kontra indikasi dan efek samping
1.             Bupivikain
Indikasi
Anestetika lokal
Kontra indikasi
-
Efek samping
-
Sediaan
-


2.      Etil Klorida
Indikasi
Anestetika lokal
Kontra indikasi
-
Efek samping
Menekan pernafasan, gelisah dan mual
Sediaan
-

3.  Lidokain
Indikasi
Anestesi filtrasi dan Anestesi permukaan, Antiaritmia
Kontra indikasi
-
Efek samping
Mengantuk
Sediaan
-

4. Benzokain
Indikasi
Anestesi permukaan dan Menghilangkan rasa nyeri dan gatal
Kontra indikasi
-
Efek samping
-
Sediaan
-

5.Prokain (Novokain)
Indikasi
Anestesi filtrasi dan permukaan
Kontra indikasi
-
Efek samping
Hipersensitasi dan kematian
Sediaan
-

6.Tetrakain
Indikasi
Anestesi filtrasi

Kontra indikasi
-
Efek samping
-
Sediaan
Obat tetes mata dan tablet hisap




7.Benzilalkohol
Indikasi
Menghilangkan rasa gatal, sengatan matahari dan gigi
Kontra indikasi
Insufisiensi sirkulasi jantung dan hipertensi
Efek samping
Menekan  pernafasan
Sediaan
-

Spesialit obat-obat anestetika lokal
NO
GENERIK
 DAGANG
 PABRIK
1
Lidokain Hidroklorida
Pehacain
Phapros

(Lidocaini Hydrochloridum)
Extracain
Ethica


Xylocain
Zenecca
2
Prokain Hidroklorida
Prokain HCl
Ethica

(Procaini Hydrochloridum)




G.      ANTI PARKINSON
         
Pengertian.
          Penyakit parkinson atau penyakit gemetaran yang ditandai dengan gejala tremor, kaku otot atau kekakuan anggota gerak, gangguan gaya berjalan (setapak demi setapak) bahkan dapat terjadi gangguan persepsi dan daya ingat merupakan penyakit yang tejadi akibat proses degenerasi yang progresif dari sel-sel otak (substansia nigra) sehingga menyebabkan terjadinya defisiensi neurotransmiter yaitu dopamin.
          Gejala-gejala Parkinson dapat dikelompokkan sebagai berikut:
·         Gangguan motorik positif, misalnya  terjadi tremor dan rigiditas. Gangguan motorik negatif, misalnya terjadi  hipokinesia
·         Gejala vegetatif, seperti air liurdan  air mata berlebihan, muka pucat dan  kaku (mask   face)
·         Gangguan psikis, seperti berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, merasa tertekan.
Penyebab penyakit parkinson :
·         Idiopatik (tidak diketahui sebabnya)
·         Radang, trauma, aterosklerosis pada otak.
·         Efek samping obat psikofarmaka.

Penggunaan
          Meskipun pengobatan parkinson tidak dapat mencegah progresi penyakit, tetapi sangat memperbaiki kualitas dan harapan hidup kebanyakan pasien. Karena itu pemberian obat sebaiknya dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan sedikit demi sedikit.

Penggolongan
Berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi:
1.      Obat anti muskarinik, seperti triheksifenidil/benzheksol, digunakan pada pasien dengan gejala ringan dimana tremor adalah gejala yang dominan.
2.      Obat anti dopaminergik, seperti levodopa, bromokriptin. Untuk penyakit parkinson idiopatik, obat pilihan utama adalah levodopa.
3.      Obat anti dopamin antikolinergik, seperti amantadine.
4.      Obat untuk tremor essensial, seperti haloperidol, klorpromazine, primidon dll.

Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping

1. Triheksifenidil

          Mempunyai daya antikolinergik yang dapat memperbaiki tremor, tetapi kurang efektif terhadap akinesia dan kekakuan. Keluarnya liur yang berlebihan juga dipengaruhi secara baik olehnya. Dapat terjadi toleransi, kombinasi dengan levodopa sangat berguna .

2. Biperiden
          Derivat yang terutama efektif terhadap akinesia dan kekakuan, kurang aktif tehadap tremor. Efek samping kurang-lebih sama

Indikasi
Parkinson, gangguan ekstrapiramidal karena obat
Kontra indikasi
Retensi urine, glaukoma, tersumbatnya saluran cerna.
Efek samping
Gangguan lambung usus, mulut kering, gangguan penglihatan dan efek-efek sentral (gelisah, sulit tidur, halusinasi).
Sediaan
Trihexiphenidil (generik) tabl 2mg, 5mg

3. Levodopa.
          Zat pelopor dopamin ini mudah memasuki cairan otak untuk diubah menjadi Dopamin.Levodopa terutama  efektif terhadap hipokinesia dan kekakuan, sedangkan terhadap tremor umumnya kurang efektif dibandingkan dengan antikolinergik. Efek samping mual dan muntah dapat dilawan dengan domperidom, antagonis dopamin yang secara selektif menduduki reseptor-reseptor dopamin di lambung.
Indikasi
Parkinsonisme bukan karena obat
Kontra indikasi
Glaukoma, penyakit psikiatri berat
Efek samping
Anoreksia, mual,muntah, insomnia dll
Sediaan


4. Bromokriptin

          Bekerja sebagai antagonis dopamin, obat ini semula digunakan pada pasien-pasien parkinson hanya dimana erek-efek dopa berkurang setelah beberapa tahun dan efeknyapun menjadi lebih singkat, bersamaan dengan lebih seringnya terjadi efek samping.
Indikasi
Parkinsonisme (bukan karena obat)
Kontra indikasi
-
Efek samping
Gangguan lambung usus, pada dosis tinggi halusinasi, gangguan psikomotor dan lain-lain
       
5. Amantadine.
          Obat anti influenza ini secara kebetulan ditemukan daya anti parkinsonnya. Khasiatnya menyerupai levodopa, tetapi jauh lebih lemah dan efeknya nampak setelah satu minggu. Mekanisme kerja melalui memperbanyak pelepasan Dopamin dari ujung-ujung saraf.
          Efek samping lebih ringan dari levodopa , pada dosis biasa tidak sering terjadi antara lain mulut kering, gangguan penglihatan , hipotensi ortostatik, kadang-kadang terjadi udema mata kaki.

Spesialite antiparkinson.
NO
GENERIK
 DAGANG
 PABRIK
1
Trihexyphenidil
Artane
Lederle
2
Levodopa
Madopar
Roche
3
Bromocriptin Mesilate
Parlodel
Novartis
4
Selegiline
Jumex
Sanofi



H.      NOOTROPIK / NEUROTROPIK

Pengertian dan Penggunaan
          Adalah obat yang digunakan pada gangguan (insufisiensi) cerebral seperti mudah lupa, kurang konsentrasi dan vertigo. Gangguan pada sirkulasi darah di otak seringkali ditemukan pada lansia diatas usia 60 tahun. Gejalanya dapat berupa kelemahan ingatan jangka pendek dan konsentrasi, vertigo, kuping berdengung, jari – jari dingin dan depresi.
          Usia harapan hidup penduduk dunia akan semakin panjang sehingga jumlah orang yang menderita gangguan sirkulasi di otak akan meningkat. Dengan demikian diduga obat – obatan dikelompok ini akan menjadi semakin penting.

Penggolongan obatnya :
1. Piracetam
         Obat ini diindikasikan untuk gejala dengan proses menua seperti daya ingat berkurang, terapi pada anak seperti kesulitan belajar.

2. Pyritinol HCl
         Obat ini diindikasikan untuk pasca trauma otak, perdarahan otak, gejala degenerasi otak sehubungan gangguan metabolisme.

3. Mecobalamin
         Obat ini diindikasikan untuk terapi neuropati perifer.

Spesialite :
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
SEDIAAN
PABRIK
1.
Pyritinol HCl
Enchepabol
dragee : 100 / 200mg   
larutan  100ml; 
ampul 20mg

Merck


2.
Piracetam
Nootropil
Caps.400/800/1200mg; sirup 10%, 
ampul  1g/5ml
UCB Pharma


3.
Mecobalamin
Methycobal
Kaps 250 lg, 500 lg ,
Ampul 500 lg
Eisai




Tidak ada komentar:

Posting Komentar